ALHAMDULILLAH, ASY-SYAIKH ABDULLAH AL IRYANI TELAH MENINGGALKAN ILMU YANG BERMANFAAT INSYAALLAH KEPADA KITA SEMUA, Kini Beliau telah kembali kenegerinya pada awal Ramadhan 1434 H, Semoga Allah menjaga beliau dan keluarganya. InsyaAllah website "aliryany.blogspot.com" akan tetap mengupdate tulisan-tulisan ilmiyyah Ilmu Ahlus sunnah waljama'ah

Senin, 11 Maret 2013

Hak Allah Ta’ala Atas Hamba-hambaNya


Hak Allah Ta’ala Atas Hamba-hambaNya_
Khuthbah Jum’at Bersama Asy Syaikh Abdullah Al Iryani Hafizhahullah
di Ma’had Ittiba’us Sunnah Magetan


Bisa didengar disini    << PLAY >> MP3 
Bisa didengar disini    << PLAY >> MP3 
Download risalah       << KLIK  >> PDF
Download risalah       << KLIK >>  Word



بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله، وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.
يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته و لا تموتن إلا و أنتم مسلون.
يا أيها  الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة و خلق منها زوجها و بث منهما رجالا كثيرا و نساء. و اتقوا الله الذي تساءلون به و الأرحام. إن الله كان عليكم رقيبا.
يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله و قولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم و يغفر لكم ذنوبكم و من يطع الله و رسوله فقد فاز فوزا عظيما
أما بعد:
فإن خير الحديث كتاب الله، وخير الهدى هدى محمد رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.
أما بعد:
Wahai kaum mu’minin! hamba-hamba Allah!
Sesungguhnya Rabb alam semesta Jalla wa ‘Ala menciptakan kita untuk suatu hikmah yang agung dan tujuan yang mulia yaitu ibadah kepadaNya dan mentauhidkanNya dengan apa yang menjadi kekhususanNya. Allah Jalla wa ‘Ala berfirman:
و ما خلقت الجن و الإنس إلا ليعبدون ما أريد منهم من رزق و ما أريد منهم أن يطعمون إن الله هو الرزاق ذو القوة المتين
“Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk ibadah kepadaKu. Tidaklah aku menginginkan dari mereka suatu rezeki dan tidaklah aku menginginkan dari mereka agar mereka memberiKu makan. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Memberi Rezeki Yang memiliki kekuatan yang amat kokoh.”
Wahai kaum mu’minin! Hamba-hamba Allah!
Dan Rabb kita Azza wa Jalla melarang kita dan mengharamkan dari kita menyekutukan sesuatupun denganNya. Allah Azza wa Jalla berfirman:
و اعبدوا الله و لا تشركوا به شيئا
“Dan ibadahlah kalian kepada Allah dan janganlah kalian menyekutukan sesuatupun denganNya.”
Dan karena tujuan yang agung ini dan hikmah yang mulia ini Allah Azza wa Jalla menurunkan kitab-kitabNya dan mengutus para RasulNya ‘alaisholatu wassalam. Allah Azza wa Jalla berfirman:
و لقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله و اجتنبوا الطاغوت
“Dan sungguh kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyeru: ibadahlah kalian kepada Allah dan jauhilah thaghut.”
Dan telah tetap didalam Ash Shahihain bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu: “Apakah hak Allah atas hambaNya? Dia menjawab: Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Maka beliau bersabda: “Wahai Mu’adz! Sesungguhnya hak Allah atas hambaNya adalah mereka beribadah kepadaNya dan tidak mempersekutukan sesuatupun denganNya. Beliau bersabda: “Tahukah engkau apa hak hamba atas Allah jika mereka melakukan hal itu? Dia menjawab: Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Beliau bersabda: “Hak hamba atas Allah Azza wa Jalla adalah Dia tidak akan mengadzab orang yang tidak menyekutukan sesuatupun denganNya.”
Wahai kaum mu’minin! Hamba-hamba Allah!
Maka wajib atas kita mentauhidkan Allah Ta’ala dan ibadah kepada Allah Azza wa Jalla satu-satunya dan mengikhlashkan ibadah hanya untukNya dan kita mewaspadai kesyirikan kepada Allah Azza wa Jalla.
Dan ketahuilah wahai hamba-hamba Allah! Semoga Allah merahmati saya dan kalian…
Bahwa termasuk menyekutukan Allah Ta’ala memalingkan do’a untuk selain Allah Azza wa Jalla dan memohon bantuan, perlengkapan dan anak kepada selain Allah Ta’ala dan meminta tolong kepada selain Allah Azza wa Jalla dalam perkara yang tidak ada yang mampu memenuhinya selain Allah satu-satunya dan meminta bantuan kepada selain Allah Ta’ala dalam perkara yang tidak ada yang mampu memberinya selain Allah Azza wa Jalla satu-satunya. Allah Ta’ala berfirman didalam kitabNya yang mulia:
و أن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah maka janganlah kalian berdo’a kepada sesuatupun bersamaan dengan Allah.”
Maka tidak boleh berdo’a kepada selain Allah Ta’ala, tidak boleh berdo’a kepada malaikat dan tidak boleh berdo’a kepada para nabi dan para rasul padahal mereka sudah berada dikuburan mereka dan tidak boleh berdo’a kepada para wali dan orang-orang shaleh dan meminta bantuan, perlengkapan dan anak dan perbekalan dan rejeki dari mereka karena itu termasuk menyekutukan Allah Ta’ala.
و اعبدوا الله و لا تشركوا به شيئا
“Dan ibadahlah kalian kepada Allah dan janganlah kalian menyekutukan sesuatupun denganNya.”
و أن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah maka janganlah kalian berdo’a kepada sesuatupun bersamaan dengan Allah.”
Dan telah tetap dari Imam At Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai anak muda! maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat? Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapatiNya dihadapanmu. Bila engkau meminta mintalah kepada Allah. Dan bila engkau memohon pertolongan mohonlah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa umat ini, seandainya mereka bersatu untuk mencelakakan engkau dengan sesuatu mereka tidak akan membahayakan engkau kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan menimpamu. Dan andaikan mereka bersatu untuk memberimu suatu kemanfaatan mereka tidak akan mampu memberi manfaat kecuali dengan sesuatu yang Allah tetapkan bagimu. Telah diangkat pena-pena takdir dan telah kering lembaran-lembaran takdir.”
Wahai kaum mu’minin! Hamba-hamba Allah!
Ketahuilah! Semoga Allah merahmati saya dan kalian…
Bahwa termasuk menaati Allah Azza wa Jalla menaati nabiNya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka wajib beriman kepada beliau dan wajib menaati apa yang beliau perintahkan dan juga wajib menjauhi dan menghindari apa yang dilarang oleh nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah Rabb alam semesta sebagai orang yang mengajari kita dan menyampaikan agama. Allah Azza wa Jalla berfirman:
من يطع الرسول فقد أطاع الله
“Barangsiapa yang menaati rasul maka dia menaati Allah.”
Barangsiapa menaati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dia menaati Rabb alam semesta. Barangsiapa menyambut seruan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dia menyambut seruan Rabb alam semesta.
Barangsiapa mendurhakai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dia mendurhakai Rabb alam semesta.
Wahai kaum mu’minin! Hamba-hamba Allah!
Maka wajib bagi kita untuk mencontoh,meneladani dan mengikuti Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diseluruh ibadah kita dan didalam perilaku dan akhlak kita.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله و اليوم الآخر
“Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagi siapa saja yang mengharap Allah dan hari akhir.”
Maka siapa saja yang mengharap Allah dan hari akhir dan mengharap surga Allah dan keridhaan Allah maka hendaklah dia mengikuti Muhammad rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hendaklah dia mencontoh sunnah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Wahai kaum mu’minin! Hamba-hamba Allah!
Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan kegembiraan kepada kita bila kita beribadah kepada Allah satu-satunya dan menegakkan sholat dan menunaikan zakat dan puasa ramadhan dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama dan menaati waliyul amr dari kaum muslimin maka Allah Azza wa Jalla akan memasukkan kita kedalam surga, maka Allah Azza wa Jalla akan meridhai kita dan mencintai kita dan memuliakan kita dengan keridhaan dan surgaNya. Telah datang didalam musnad Imam Ahmad yang tetap dari hadits Abu Umamah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhuthbah dihadapan manusia pada haji wada’ dan bersabda: “Wahai manusia! Sembahlah Rabb kalian! dan sholatlah lima waktu! Tunaikanlah zakat harta kalian! dan puasalah pada bulan kalian (ramadhan)! dan taatilah penguasa kalian! niscaya kalian akan masuk ke surga Rabb kalian.”
Allah Azza wa Jalla memuliakan kalian dengan surga, maka kalian akan masuk ke surga Allah karena kalian beribadah kepada Allah dan dikarenakan kalian sholat karena Allah dan dikarenakan kalian menunaikan zakat harta kalian dan dikarenakan kalian puasa ramadhan dan menaati penguasa kalian karena itulah kalian masuk ke surga Rabb kalian.
Aku katakan apa yang kalian dengar, dan aku memohon ampun kepada Allah
***
الحمد لله و كفى و الصلاة و السلام على نبيه و خليله الذي اصطفى محمد صلى الله عليه و على آله و سلم
Wahai kaum mu’minin! Hamba-hamba Allah!
Ketahuilah! Semoga Allah merahmati aku dan kalian…
Bahwa Allah Jalla wa Ala menjadikan untuk agama yang agung ini lima rukun, barangsiapa yang menjaga lima rukun ini maka dia telah menjaga agama yang agung ini. Didalam Ash Shahihain dari hadits Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun diatas lima rukun: syahadat laa ilaaha illallah, muhammadurrasulullah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, puasa ramadhan dan haji ke baitullah bagi siapa saja yang mampu melakukan perjalanan kesana.” Dan bahwa iman seorang hamba dibangun diatas enam rukun sebagaimana datang dalam shahih muslim dari hadits Umar radhiallahu ‘anhu didalam kisah Jibril ‘alaihissalam bahwa dia bertanya kepada nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata: Apakah iman itu? Beliau bersabda:“Iman itu adalah engkau mengimani Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya dan hari akhir dan engkau mengimani takdir.” Inilah enam rukun yang dibangun diatasnya keimanan.
Wahai kaum mu’minin! Wahai kaum muslimin! Hamba-hamba Allah!
Ketahuilah! bahwa termasuk dari cabang-cabang iman berbuat baik dan termasuk cabang-cabang iman menyingkirkan gangguan dari jalan kaum muslimin. Sungguh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda sebagaimana didalam Ash Shahihain dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iman itu ada enam puluh tiga lebih dan dalam suatu riwayat: tujuh puluh tiga lebih cabang. Yang paling tinggi ucapan laa ilaaha illallah dan yang paling rendah menyingkirkan gangguan dari jalan dan malu termasuk cabang dari iman.” Dan telah datang didalam Ash Shahihain dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan kepada kita tentang seorang lelaki yang berbuat baik dari orang-orang sebelum kita dan dia mendapati ranting pohon dijalan manusia, maka dia berkata: Demi Allah sungguh akan aku singkirkan ranting ini dari jalan manusia agar tidak mengganggu mereka agar aku masuk surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku melihat seorang lelaki berbolak-balik di surga dengan sebab ranting pohon yang dia singkirkan dari jalan manusia sehingga tidak mengganggu mereka.
Allahu akhbar!
Demikianlah wahai kaum mu’minin! Demikianlah hendaknya bersinar pada diri kita cabang-cabang iman dan perbuatan baik wahai kaum mu’minin!
Wahai kaum muslimin! Hamba-hamba Allah!
Ketahuilah!
Bahwa Allah Azza wa Jalla mengharamkan atas kita perbuatan keji yang nampak dan yang tersembunyi. Allah Azza wa Jalla berfirman:
قل إنما حرم ربي الفواحش ما ظهر منها و ما بطن و الإثم و البغي بغير الحق و أن تشركوا بالله ما لم ينزل به سلطانا و أن تقولوا على الله ما لا تعلمون
“Katakanlah (wahai nabi): Hanyalah Rabb ku mengharamkan kekejian yang nampak dan yang tersembunyi dan perbuatan dosa dan melampaui batas tanpa hak dan menyekutukan Allah sesuatu yang Dia tidak menurunkan dengannya suatu bukti dan mengatakan atas nama Allah apa yang tidak kalian ketahui.”
Maka Allah Azza wa Jalla mengharamkan atas kita kesyirikan dan mengharamkan atas kita kekejian dari perbuatan zina, liwath dan meminum khamr dan memakan babi dan bangkai.
Wahai kaum mu’minin!
Dan Rabb alam semesta memberitakan kepada kita bahwa khamr itu najis dan najis itu bukanlah sifat seorang mu’min dan muslim. Syaithan hanyalah ingin menimbulkan diantara kalian permusuhan dan kebencian didalam khamr dan judi dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat maka apakah kalian mau berhenti.
Wahai kaum mu’minin! Hamba-hamba Allah!
Ketahuilah! Semoga Allah merahmati aku dan kalian…
Bahwa Allah Azza wa Jalla memerintahkan kita dengan setiap akhlak yang terpuji dan mengharamkan atas kita setiap akhlak tercela. Maka Allah Azza wa Jalla mengharamkan kedustaan dan memerintahkan dengan kejujuran dan mengharamkan atas kita penipuan dan memerintah kita dengan nashihat dan mengharamkan atas kita pengkhianatan dan memerintah kita dengan amanah. Dan nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إنما بعثت لأتمم صالح الأخلاق
“Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”
Dan nabi ‘alaisholatu wassalam bersabda sebagaimana didalam Ash Shahihain:
عليكم بالصدق فإن الصدق يهدي إلى البر و إن البر يهدي إلى الجنة و لا يزال الرجل يصدق حتى يكتب عند الله صديقا و إياكم و الكذب فإن الكذب يهدي إلى الفجور و إن الفجور يهدي إلى النار و لا يزال الرجل يكذب حتى يكتب عند الله كذابا
“Wajib atas kalian untuk jujur karena kejujuran akan membawa kepada kebajikan dan kebajikan akan membawa kepada surga. Dan seseorang akan terus-menerus jujur sehingga Allah menetapkannya sebagai orang yang jujur disisiNya. Dan hati-hatilah kalian dari kedustaan kerena kedustaan membawa kepada kefajiran dan kefajiran akan membawa kepada neraka. Dan seseorang akan terus-menerus dusta sehingga Allah menetapkannya sebagai seorang pendusta disisiNya.”
Wahai kaum mu’minin! Hamba-hamba Allah!
Maka wajib atas kita mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan beribadah kepadaNya dan wajib atas kita menegakkan sholat dan menjaganya dan wajib atas kita wahai kaum muslimin mempelajari agama dan mempelajari adab-adab sebagai kaum muslimin dan mu’minin hingga kita memperoleh keridhaan Allah Azza wa Jalla Rabb alam semesta.
اللهم إنا نسألك الجنة اللهم إنا نسألك الجنة اللهم إنا نسألك الجنة
و الحمد لله رب العالمين

sumber  http://www.darul-ilmi.com/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar